PERANAN JUVENILE HORMON PADA SERANGGA

ABSTRAK

Review ini akan menjelaskan tentang beberapa peran penting juvenile hormon (JH)  pada serangga. JH merupakan hormon yang mempunyai banyak peranan dalam mengatur proses-proses fisiologi serangga. JH mempunyai beberapa peranan yang besar terutama dalam mengontrol pertumbuhan dan perkembangan serangga. Peranan yang lain dari JH yaitu mengontrol berbagai aspek reproduksi imago serangga, mengontrol diapause, perilaku migratory, polyphenism dan polymorphism serangga, penentuan kasta pada serangga-serangga sosial antara lain ordo Hymenoptera (semut, lebah dan wasp) dan ordo Isoptera (rayap); dan perkembangan tanduk pada kumbang.

KATA KUNCI : Juvenile Hormon (JH), Metomorfosis, Polymorphism, Polyphenism

 PENDAHULUAN

Pertumbuhan serangga merupakan proses yang terjadi mulai dari telur sampai menjadi imago. Proses pertumbuhan dan perkembangan serangga terjadi dalam dua tahapan yaitu (a) tahap perkembangan embrionik yang terjadi di dalam telur dan (b) tahap perkembangan pasca embrionik, yang terjadi setelah serangga menetas dari telur. Pada tahap perkembangan pasca embrionik, serangga akan mengalami proses perubahan bentuk dan ukuran yang sering disebut sebagai metamorfosis. Pada proses metamorfosis, serangga akan berubah bentuk mulai dari telur menjadi larva, larva menjadi pupa dan pupa akan menjadi imago. Pada umumnya setelah menetas, serangga secara periodik akan melakukan proses ganti kulit yang disebut moulting, sebagai contoh serangga berubah menjadi larva instar I, larva instar II dan seterusnya. Pada proses ini eksoskeleton akan diganti dengan kulit yang baru, sehingga serangga dapat tumbuh dan berkembang. Jumlah moulting pada serangga bervariasi tergantung dari jenis serangga.

Dalam proses ganti kulit menjadi larva instar II kemudian menjadi instar III dan seterusnya atau akan berubah menjadi pupa dan imago, sangat ditentukan oleh peranan hormon yang terdapat pada serangga. Hormon ini akan mengatur kapan serangga mengalami moulting, kapan akan berubah menjadi pupa atau kapan akan berubah menjadi dewasa. Salah satu hormon yang berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembanan serangga yaitu juvenile hormon (JH).

Pada review ini akan membahas tentang peranan JH pada proses-proses fisiologi serangga antara lain peranan JH dalam mengontrol proses perkembangan dan pertumbuhan serangga dan peranan JH pada polyphenism dan polymorphism serangga. Beberapa peranan JH antara lain berperan dalam mengontrol pemasakan ovari, pembentukan tanduk pada kumbang dan berperan dalam penentuan kasta pada serangga-serangga sosial seperti lebah madu dan rayap.

Continue reading

Advertisements